Kabar yang minta disiarkan se-Desa atau se-Daerah berhenti dulu di antrean Anda — dibaca, lalu disetujui atau ditolak.
1. Kabar yang berhenti di meja Anda
Pengurus kelompok boleh menulis kabar untuk kelompoknya sendiri — itu langsung tersebar, tak lewat siapa pun.
Tetapi kabar yang minta disiarkan se-Desa atau se-Daerah tidak langsung terkirim. Ia berhenti dulu, menunggu diputuskan pengurus tingkat tujuan.
Pengurus Desa memutuskan kabar yang minta disebar se-Desa-nya. Pengurus Daerah memutuskan kabar se-Daerah — dan juga boleh memutuskan kabar se-Desa.
Itu bukan pelanggaran batas wilayah, melainkan cadangan: kalau pengurus Desa sedang tak aktif, kabar duka tidak ikut macet.
Kalau Anda pengurus kelompok, layar ini akan selalu kosong untuk Anda. Itu normal — bukan tanda ada yang rusak.
Dari sisi pengirim
Wilayah yang perlu persetujuan ditandai sendiri oleh layar, dan tombolnya berubah jadi "Ajukan Kabar".
2. Menemukannya — lewat Kotak Masuk
🔴 Antrean ini tidak ada di menu Kegiatan. Mencarinya di sana tidak akan ketemu.
Pintu masuknya Kotak Masuk. Kabar yang menunggu muncul sebagai kartu bertanda PENGUMUMAN, lengkap dengan pengirim dan tujuannya — misalnya *Kelompok Pandeyan → se-Desa Kaling*.
Ketuk kartunya (atau Lihat detail) untuk membuka antreannya.
Kalau notifikasi di ponsel Anda aktif, kabar baru juga memanggil dari sana.
Biasakan menengok Kotak Masuk. Selama tak ada yang membukanya, kabar bisa menunggu berhari-hari tanpa ada yang tahu — dan pengirimnya justru mengira kabarnya sudah tersebar.
Kabar menunggu di Kotak Masuk
Kartu PENGUMUMAN menyebutkan pengirim dan wilayah tujuannya.
3. Membaca dulu, baru memutuskan
Isi kabarnya ditampilkan utuh, tidak dipotong — memang disengaja, supaya Anda memutuskan setelah membaca, bukan setelah melihat judulnya saja.
Periksa nadanya, kebenaran isinya, dan apakah wilayah tujuannya memang masuk akal.
Periksa juga apakah masih ada [kurung siku] yang belum diganti pengirimnya — bagian itu seharusnya sudah berisi nama, alamat, atau tanggal yang sebenarnya.
Antrean kabar menunggu
Satu kartu per kabar: pengirim, isi lengkap, lalu dua tombol keputusan.
4. Menyetujui
Ketuk Setujui & Sebar. Akan muncul kotak konfirmasi: *Setujui dan sebar "[judul]" ke [wilayah] sekarang? Kabar langsung masuk ke Kotak Masuk semua jamaah di wilayah itu.*
Kotak itu tampil berbeda dari dialog lain di aplikasi — polos, gaya peramban, muncul di bagian atas layar. Itu normal.
🔴 Menyetujui berarti menyebarkan saat itu juga. Kabarnya tidak dikembalikan dulu ke pengirim untuk dikirim ulang.
🔴 Tidak ada tombol untuk menariknya kembali. Baca sekali lagi sebelum mengetuk.
Tombol Setujui & Sebar
Sekali dikonfirmasi, kabarnya langsung sampai ke jamaah.
5. Sesudah disetujui
Muncul pesan berisi jumlah jamaah yang menerimanya — pada contoh ini *Kabar tersebar ke 557 jamaah.*
Kabarnya hilang dari antrean, dan masuk ke menu Pengumuman di aplikasi jamaah se-wilayah tujuan.
Antrean yang sudah bersih menampilkan *Belum ada kabar menunggu*. Itu keadaan yang benar, bukan kegagalan memuat.
Kabar tersebar, antrean bersih
Jumlah penerimanya disebutkan — di sini 557 jamaah se-Desa Kaling.
6. Menolak — alasannya wajib
Ketuk Tolak, lalu tulis alasannya. Kotak alasan wajib diisi: minimal 5 huruf, paling banyak 500 huruf. Ini benar-benar dipagari — kurang dari itu, penolakannya tidak diterima.
Tulis alasan yang bisa dikerjakan pengirimnya. *"Cukup diumumkan di kelompok saja, belum perlu se-Desa"* jauh lebih berguna daripada *"tidak sesuai"*.
Ketuk Kirim Penolakan. Kabarnya hilang dari antrean Anda.
Menolak tidak menghapus kabarnya, dan tidak mengirim apa pun ke jamaah.
Alasan penolakan
Wajib diisi — pengirim perlu tahu apa yang mesti diperbaiki.
7. Alasan Anda dibaca pengirimnya
Kabar yang ditolak tidak hilang. Ia kembali ke pengirimnya, lengkap dengan alasan yang Anda tulis.
Pengirim membukanya dari menu Kegiatan: ketuk tombol mengambang di sudut kanan bawah, lalu pilih Kabar Saya. Di sana kabarnya bertanda Belum disetujui, dan alasan Anda tercetak di bawah judul Catatan Pengurus.
Ia bisa menekan Tulis Ulang Kabar Ini — judul dan isinya tersalin, tinggal diperbaiki. Tujuannya sengaja dikosongkan lagi, supaya ia memilih ulang dengan sadar.
Karena itu tulislah alasan yang bisa dikerjakan. Kalimat Anda bukan catatan internal — ia yang dibaca pengirimnya saat memperbaiki.
Pengirim juga menerima notifikasi. Tetapi notifikasi bisa mati atau terlewat, sedangkan halaman Kabar Saya tetap menyimpan alasannya — jadi tak ada penolakan yang hilang di jalan.
Pesan sesudah menolak
Kabarnya menyusut dari antrean Anda.
Yang dilihat pengirimnya
Alasan Anda muncul sebagai Catatan Pengurus, berikut tombol menulis ulang.
Tips
•Pilih wilayah yang paling sempit yang masih masuk akal. Kabar se-Daerah yang sebenarnya urusan satu kelompok membuat jamaah lain terbiasa mengabaikan pengumuman.
•Kabar duka biasanya mendesak. Kalau Anda pengurus Daerah dan melihat kabar duka tingkat Desa menunggu lama, Anda memang boleh memutuskannya sendiri.
•Menolak bukan penilaian terhadap orangnya. Sebagian besar penolakan hanya soal wilayah tujuannya kelewat luas — sampaikan begitu, dan pengirim tak perlu merasa ditegur.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Kenapa antrean saya selalu kosong?
Kemungkinan besar Anda pengurus tingkat kelompok. Yang berhenti di antrean hanya kabar yang minta disiarkan se-Desa atau se-Daerah, dan itu diputuskan pengurus Desa atau Daerah. Kabar antar-kelompok sendiri tak pernah lewat sini.
Saya keliru menyetujui. Bagaimana menariknya?
Tidak bisa. Begitu disetujui, kabarnya sudah masuk ke Kotak Masuk seluruh jamaah wilayah tujuan. Yang bisa dilakukan hanyalah menulis kabar susulan berisi ralatnya.
Kalau saya diamkan, apa kabarnya hilang sendiri?
Tidak. Ia menunggu di antrean tanpa batas waktu, dan pengirimnya tidak diberi tahu bahwa kabarnya masih tertahan. Diamkan berarti kabar itu tak pernah sampai — tanpa ada yang menyadarinya.
Pengirimnya bilang kabarnya sudah dikirim, tapi tak ada di antrean saya. Kenapa?
Periksa wilayah tujuan yang ia pilih. Kalau ia memilih kelompoknya sendiri, kabarnya memang langsung tersebar dan tak pernah lewat antrean siapa pun. Kalau ia memilih se-Daerah sementara Anda pengurus Desa, yang memutuskan adalah pengurus Daerah.