Membaca berapa bagian yang ditahan Kelompok, Desa, dan Daerah — dan kenapa sebagian uang bisa tersangkut tak ke mana-mana.
1. Aturan yang menentukan uang Anda
Buka Keuangan → Pengaturan → Aturan Pembagian.
Layar ini menetapkan, untuk tiap sumber uang, berapa bagian yang ditahan Kelompok, Desa, dan Daerah — sisanya naik ke Pusat.
🔴 Anda hanya bisa membacanya. Aturannya berlaku untuk seluruh PAC, jadi yang boleh mengubah hanya pengurus tingkat Daerah. Tidak ada tombol apa pun di halaman ini bagi pengurus Kelompok — itu memang begitu, bukan kerusakan.
Di atas ada tiga penghitung: Sumber Uang, Sudah Diatur, dan Belum Diatur.
Layar inilah jawaban kalau Anda bertanya "kenapa uang masuk Rp 750.000 tapi yang jadi hak kelompok cuma sebagian".
Ringkasan aturan pembagian
Berapa sumber uang yang sudah punya aturan, dan berapa yang belum.
2. Sumber yang belum diatur — uang yang tersangkut
Sumber uang bertanda BELUM DIATUR adalah sebab paling sering dari kebingungan di halaman Keuangan.
🔴 Akibatnya dinyatakan layar apa adanya: selama aturannya kosong, uang dari sumber itu tercatat di Buku Kas tetapi tidak dihitung sebagai hak tingkat mana pun, dan tidak pernah naik ke tingkat di atasnya.
Jadi uangnya ada, tetapi seolah tak menjadi milik siapa pun — inilah yang membuat angka *Bisa Dipakai* lebih kecil daripada *Total di Tangan*.
Baris ini jugalah yang muncul bertanda ! di Pratinjau Pembagian, dan dilewati saat catatan setoran dibuatkan.
Yang perlu Anda lakukan: beri tahu pengurus Daerah agar mengisi pembagiannya. Anda tidak bisa mengisinya sendiri.
Jangan menyiasatinya dengan mencatat ulang uang itu sebagai sumber lain. Yang salah bukan catatannya, melainkan aturannya yang belum ada.
Sumber yang belum punya aturan
Uangnya sudah tercatat, tetapi belum bisa mengalir ke mana pun.
3. Membaca pembagian yang sudah baku
Sumber bertanda BAKU sudah punya aturan. Tiap kartu menampilkan persentase Kelompok / Desa / Daerah / Pusat, lengkap dengan contoh rupiahnya bila masuk Rp 1.000.000.
Contoh dari layar — Infaq Jum'at: Kelompok 50%, Desa 25%, Daerah 25%, Pusat 0%.
🔴 Pembagiannya berjenjang, bukan potongan sekaligus: Kelompok menahan setengah, Desa menahan setengah dari yang diteruskan (seperempat dari total), Daerah seperempat.
Angka yang sama muncul lagi nanti, di bab Setor ke Atas: pemasukan Rp 750.000 membagi jadi Kelompok simpan Rp 375.000 dan Daerah terima Rp 187.500 — persis 50% dan 25%. Tidak perlu melompat ke sana sekarang.
Kalau angka di Pratinjau Pembagian terasa aneh, periksa kartunya di sini lebih dulu. Hampir selalu jawabannya ada di aturan sumber uang itu, bukan di layar setorannya.