Daftar IsiPerubahan Hidup Warga · 1/6
PengurusJamaah

Tujuh Peristiwa Hidup Warga

Nikah, cerai, pindah, wafat, kembali, nonaktif, dan aktif kembali — kenapa tujuh pencatatan ini punya menunya sendiri, dan apa saja yang ikut berubah setiap kali salah satunya disimpan.

1. Kenapa tidak lewat Ubah Anggota saja

  • Tujuh peristiwa ini — pernikahan, perceraian, kepindahan, kewafatan, kembali, nonaktif, dan aktif kembali — punya menu sendiri, terpisah dari mengubah data biasa seperti nomor telepon.
  • Alasannya bukan kerapian. Sekali salah satu dicatat, yang berubah bukan hanya satu baris: dapukan pengurusnya berakhir, akun aplikasinya dimatikan, kelas mengajinya ditutup, anaknya ditandai yatim, status pasangannya ikut berubah.
  • Karena itu di halaman Ubah Anggota pilihan Status memang masih terlihat, tetapi terkunci — di bawahnya tertulis ajakan membuka daftar Jamaah lalu memilih tindakan pada warga yang bersangkutan. Bukan aplikasinya bermasalah: status memang sengaja hanya bisa diubah lewat menu-menu di bab ini, supaya tanggal dan alasannya ikut tercatat dan semua akibat tadi benar-benar berjalan.

🔴 Inilah yang paling perlu diingat dari seluruh topik ini: formulirnya pendek, akibatnya panjang. Semua akibat itu diumumkan satu kali saja — di kotak hijau yang muncul sesudah Anda menekan Simpan, lalu hilang sendiri dalam beberapa detik. Biasakan membacanya sampai habis sebelum menutup halaman.

2. Di mana menunya

Pengurus
  • Ketuk Warga di menu bawah untuk membuka Data Warga.
  • Ketuk tombol bundar hijau di kanan bawah — tombol yang sama untuk menambah warga baru.
  • Panel Aksi Jamaah terbuka. Di bawah judul Pencatatan ada delapan kartu: Tambah Warga, lalu ketujuh peristiwa hidup.

Ketujuh kartu peristiwa hanya muncul untuk pengurus yang diberi wewenang mencatat perubahan status warga. Kalau Anda melihat Tambah Warga tetapi tidak melihat ketujuhnya, wewenang itu memang belum diberikan ke dapukan Anda — bukan aplikasinya yang rusak. Mintakan ke pengurus Daerah bila memang bagian Anda.

Peragaan: Di bawah judul Pencatatan: Tambah Warga, Catat Pernikahan, Catat Perceraian, Catat Kepindahan, Catat Jamaah Kembali, Catat Kewafatan, Nonaktifkan Jamaah, dan Aktifkan Kembali Jamaah.

Ketujuh peristiwa di panel Aksi Jamaah

Di bawah judul Pencatatan: Tambah Warga, Catat Pernikahan, Catat Perceraian, Catat Kepindahan, Catat Jamaah Kembali, Catat Kewafatan, Nonaktifkan Jamaah, dan Aktifkan Kembali Jamaah.

3. Apa saja yang ikut berubah

  • Kewafatan — status jadi Wafat, dan pasangannya jadi Cerai Mati serta ditandai janda/duda.
  • Masih dari Kewafatan: anak di bawah umur di KK itu ditandai yatim, kepala KK bisa langsung digantikan, dapukan pengurusnya berakhir, dan akun aplikasinya dimatikan.
  • Kepindahan — status jadi Pindah · dapukan pengurusnya berakhir · akun aplikasinya dimatikan.
  • Pernikahan — pengantin pindah ke KK pasangannya (atau membuat KK baru) · status pernikahan kedua orang berubah jadi Menikah.
  • Perceraian — status pernikahan kedua orang berubah jadi Cerai Hidup, dan keduanya ditandai janda/duda.
  • Kembali — status kembali Aktif · akun aplikasinya dihidupkan lagi. Dapukan dan kelas mengaji tidak ikut kembali; babnya menjelaskan kenapa.
  • Nonaktifkan — status jadi Non-aktif · akun aplikasinya dimatikan. Dapukan dan kelas mengajinya tidak diakhiri, karena status ini sifatnya sementara.
  • Aktifkan Kembali — status kembali Aktif · akun aplikasinya dihidupkan lagi. Untuk warga yang sebelumnya dicatat pindah, pakai menu Catat Jamaah Kembali supaya tanggal kembalinya ikut tercatat.

🔎 Dua akibat lain — kelas KBM ditutup dan penugasan mubaligh berakhir — juga dijalankan aplikasi saat warga wafat atau pindah ke luar Daerah. Keduanya belum bisa kami perlihatkan lewat gambar: di kelompok contoh tempat panduan ini direkam belum ada kelas KBM maupun penugasan mubaligh, jadi kedua kalimat itu tak pernah muncul di layar kami.

4. Warga juga bisa melapor sendiri

WargaPengurus
  • Jamaah yang punya akun bisa melaporkan sendiri pernikahan, kepindahan, atau kewafatan keluarganya lewat aplikasi.
  • Laporan itu tidak langsung mengubah data. Ia masuk ke antrean Permintaan Warga di halaman Data Warga, menunggu diperiksa pengurus.
  • Ketuk kartunya untuk membuka Permintaan KK Jamaah. Angka merah di ikonnya menunjukkan berapa yang menunggu.

Jadi ada dua pintu untuk peristiwa yang sama: pengurus mencatatnya langsung, atau warga melaporkannya lalu pengurus menyetujui. Hasil akhirnya sama; yang berbeda hanya siapa yang mengetik.

Peragaan: Kartu ini ada di halaman Data Warga, di atas daftar jamaah. Keterangannya berubah jadi jumlah permintaan begitu ada yang masuk.

Kartu Permintaan Warga

Kartu ini ada di halaman Data Warga, di atas daftar jamaah. Keterangannya berubah jadi jumlah permintaan begitu ada yang masuk.

Peragaan: Kalau belum ada laporan yang menunggu, halamannya berbunyi Tidak ada permintaan menunggu persetujuan. Itu keadaan normal, bukan tanda halamannya gagal dimuat.

Antrean saat kosong

Kalau belum ada laporan yang menunggu, halamannya berbunyi Tidak ada permintaan menunggu persetujuan. Itu keadaan normal, bukan tanda halamannya gagal dimuat.

5. Sebelum mulai — tiga kebiasaan

Pengurus
  • Pastikan orangnya benar. Kotak pencarian mencocokkan nama KK juga, jadi mengetik *Slamet* bisa memunculkan seluruh anggota keluarganya. Periksa baris KK … · Kel. … di bawah nama sebelum memilih.
  • Isi tanggal yang sebenarnya, bukan tanggal Anda mengetik. Yang tersimpan di riwayat adalah tanggal yang Anda isi.
  • Baca kotak hijau sampai habis. Di situlah aplikasi memberitahu apa saja yang barusan ikut berubah — dan hanya di situ.

Pertanyaan yang Sering Ditanya

Saya tidak melihat ketujuh menu itu. Kenapa?

Ketujuhnya hanya muncul untuk pengurus yang diberi wewenang mencatat perubahan status warga. Kalau Anda masih melihat Tambah Warga tetapi tidak melihat kelimanya, wewenangnya memang belum diberikan ke dapukan Anda. Hubungi pengurus Daerah bila memang bagian Anda.

Kenapa pilihan Status di Ubah Anggota tidak bisa diubah?

Bukan ditolak — pilihannya memang dikunci di sana. Kalau status bisa diubah dari form biasa, tanggal dan alasannya tidak tercatat, dan semua akibat lain — dapukan, akun, kelas mengaji — tidak ikut berjalan. Pakai menu yang sesuai peristiwanya.

Kotak hijaunya sudah hilang sebelum sempat saya baca. Bagaimana?

Datanya tetap tersimpan — yang hilang hanya pemberitahuannya. Untuk memeriksa hasilnya, buka halaman warga yang bersangkutan, atau buka Data Warga lalu ketuk saringan Arsip untuk melihat yang sudah tidak aktif. Kalau perlu memastikan dapukannya benar-benar berakhir, buka menu Pengurus.

Satu keluarga pindah semua. Harus dicatat satu per satu?

Tidak perlu. Buka halaman KK-nya, lalu ketuk Ubah Status Semua — satu pengisian untuk seluruh anggota keluarga. Tombol itu ada di halaman detail keluarga, bukan di menu Aksi Jamaah.

Boleh saya **Hapus** saja warganya kalau sudah pindah atau wafat?

🔴 Jangan. Hapus menghilangkan datanya untuk selamanya. Sesudah menekannya muncul pemberitahuan berisi tombol Batalkan, tetapi tombol itu hanya hidup beberapa detik — lewat dari itu datanya benar-benar hilang beserta fotonya, dan tidak bisa dikembalikan oleh siapa pun. Warga yang pindah atau wafat tetap harus tercatat: mereka bagian dari riwayat kelompok, muncul di laporan periode yang sudah lewat, dan datanya dibutuhkan saat keluarganya diurus. Pakai menu pencatatan di bab-bab berikut; Hapus hanya untuk data yang memang salah dibuat, misalnya nama yang tercatat dua kali.

Apa bedanya Non-Aktif dengan Pindah?

Pindah dipakai kalau warganya benar-benar berpindah keluar wilayah. Non-Aktif dipakai untuk warga yang sementara tidak aktif tanpa pindah ke mana-mana. Keduanya sama-sama mematikan akun aplikasinya, dan keduanya bisa dikembalikan. Non-Aktif tidak punya menu sendiri di panel Aksi Jamaah — ia ada di menu titik tiga pada baris nama warganya.

Tujuh Peristiwa Hidup Warga | Demo